Sabtu, 31 Mei 2014

TENTARA DI DALAM DARAH

Posted by Unknown On 21.22



Terdapat beragam jenis sel di dalam darah, masing-masing menjalankan tugas yang berbeda. Sebagaimana terlihat pada gambar di atas, sebagian sel-sel ini mengangkut makanan, sedangkan sebagian lainnya melindungi tubuh layaknya prajurit.
Setiap hari tubuh kita bertempur melawan banyak bakteri, virus, dan mikroba. Beberapa di antaranya dicegah memasuki tubuh, sedang beberapa lainnya berhasil masuk. Tetapi ada sel perlindungan khusus dalam tubuh kita untuk memerangi semua itu, yang disebut dengan sel kekebalan tubuh. Sel-sel ini, yang bisa dianggap sebagai tentara yang memerangi musuh dan melindungi tubuh kita dari bahaya, bergerak di dalam aliran darah. Kapan pun ada serangan musuh, mereka bisa mencapai bagian tubuh terkait melalui pembuluh darah dan dengan mudah memerangi musuh tersebut. Sel-sel kekebalan ini tidak belajar tentang misi yang mereka lakukan. Mereka telah mengetahuinya semenjak mereka ada. Mereka mulai melakukan tugas mereka dan melindungi tubuh ketika seorang bayi dilahirkan. Ini adalah perincian mengagumkan dalam ciptaan Allah. Tuhan kita telah mengajarkan pada sel-sel apa yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang tentang pengetahuan yang sangat penting dan menganugerahkan mereka untuk kepentingan kita.
KOMUNIKASI
Darah juga bertindak sebagai alat komunikasi dalam tubuh. Ada kurir-kurir di dalam darah yang membawa pesan dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Kurir ini, yang dikenal sebagai hormon, membawa pesan ke bagian-bagian tubuh terkait seperti seorang petugas pos yang membawa surat. Banyak proses penting, termasuk pertumbuhan tubuh, rasa haus, pengeluaran keringat, dan pengendalian tingkat gula darah terjadi berkat pesan yang diantarkan dengan tepat tersebut.
DARAH YANG MENGOBATI LUKA
Kalian pasti pernah melihat luka kecil yang berhenti berdarah segera setelah beberapa saat. Kejadian ini tentu sangat menarik karena pada keadaan normal, cairan yang mengalir dari sebuah lubang tidak mungkin bisa berhenti mengalir dengan sendirinya. Untuk lebih memahami kejadian ini, anggaplah bahwa kalian memiliki sebuah balon yang terisi air. Jika kalian melubangi balon tersebut dengan jarum, air tentu akan keluar dari balon. Apakah air akan berhenti menyembur setelah beberapa saat tanpa campur tangan kalian? Tentu saja tidak. Semua air akan tetap mengucur hingga balon tersebut kehilangan airnya. Ini pun berlaku untuk seluruh cairan dalam ruang tertutup.
 
Darah mengalir keluar melalui luka.

Darah yang melingkupi luka kemudian membeku.

Sel-sel menutup luka bagaikan penyumbat.
Darah bergerak melalui tempat tertutup dalam pembuluh dan akan mengucur keluar jika ada luka. Namun, demi kesehatan kita, aliran darah itu harus dihentikan. Kalian mungkin pernah mendengar ada orang yang mati karena kehilangan banyak darah dalam kecelakaan atau operasi. Kalau begitu, apakah yang menyebabkan darah berhenti mengalir segera setelah luka mulai mengucurkan darah?
Ini disebut dengan penggumpalan darah, yang merupakan salah satu sistem pertahanan otomatis dalam tubuh kita. Beberapa zat yang ada dalam darah menghentikan dan menutupi luka tersebut. Berkat kemampuan penggumpalan darah ini, pendarahan berlebihan pun tercegah. Seperti yang ditunjukkan oleh gambar di sebelah kanan, beberapa sel dalam darah diberi tahu tentang pembuluh yang rusak, dan segera menuju ke tempat itu. Pertama-tama mereka berkeliling di sekitar luka, lalu menghambat aliran darah dengan membuat sebuah jaring. Jaring ini mengeras lambat laun dan membentuk apa yang kita sebut keropeng.

Pada gambar di atas, kalian dapat melihat sel-sel darah merah yang terperangkap di antara serat-serat gumpalan darah. Ini semua dapat terjadi berkat kemampuan darah untuk membeku, sehingga pendarahan terhenti segera ketika kalian terluka.
Sekarang mari kita renungkan bersama. Bisakah serangkaian peristiwa ini terjadi secara kebetulan? Bagaimana beberapa sel darah mendapat informasi tentang kerusakan di suatu tempat dalam pembuluh darah, yang merupakan sebuah dunia luas jika dibandingkan dengan ukuran mereka? Mengapa mereka bekerja keras untuk mencegah aliran darah? Bagaimana mereka tahu bahwa mereka harus menutup luka untuk menutup kehilangan darah? Siapa yang mengajari sel-sel ini agar mereka menutupi luka itu?
Sel-sel tidak pernah belajar tentang segala hal ini secara kebetulan dan juga tidak bisa melakukan ini dengan kemauan sendiri. Bahkan manusia, yang memiliki kecerdasan, tidak mungkin menciptakan sistem yang terperinci seperti itu dan mengajari sel apa yang harus dilakukan. Pastilah, kecerdasan yang ditunjukkan oleh sel-sel ini bukanlah milik mereka. Allah-lah yang telah mengilhami mereka dan mereka bertindak menurut sebuah perencanaan sempurna.
Allah memberi tahu kita tentang keistimewaan penciptaan-Nya ini sebagai berikut:
Dia menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat pun, dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.
(QS Al-Mulk: 3-4)
Sumber : http://id.harunyahya.com/id/books/3710/KEAJAIBAN_DI_DALAM_TUBUH_KITA/chapter/10412
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

  • Mini Gallery

    Mini Gallery
    Rumah Angklung Indonesia

    Visited

    Blogger news

  • Blogroll

  • About

    Hello Friends, Welcome to my blog! Hope you enjoy it, and don't forget to leave a comment. Thanks for visiting :)