![]() Terdapat beragam jenis sel di dalam darah, masing-masing menjalankan tugas yang berbeda. Sebagaimana terlihat pada gambar di atas, sebagian sel-sel ini mengangkut makanan, sedangkan sebagian lainnya melindungi tubuh layaknya prajurit. |
Setiap hari tubuh kita bertempur melawan
banyak bakteri, virus, dan mikroba. Beberapa di antaranya dicegah memasuki
tubuh, sedang beberapa lainnya berhasil masuk. Tetapi ada sel perlindungan
khusus dalam tubuh kita untuk memerangi semua itu, yang disebut dengan sel
kekebalan tubuh. Sel-sel ini, yang bisa dianggap sebagai tentara yang memerangi
musuh dan melindungi tubuh kita dari bahaya, bergerak di dalam aliran darah.
Kapan pun ada serangan musuh, mereka bisa mencapai bagian tubuh terkait melalui
pembuluh darah dan dengan mudah memerangi musuh tersebut. Sel-sel kekebalan ini
tidak belajar tentang misi yang mereka lakukan. Mereka telah mengetahuinya
semenjak mereka ada. Mereka mulai melakukan tugas mereka dan melindungi tubuh
ketika seorang bayi dilahirkan. Ini adalah perincian mengagumkan dalam ciptaan
Allah. Tuhan kita telah mengajarkan pada sel-sel apa yang tidak bisa dilihat
oleh mata telanjang tentang pengetahuan yang sangat penting dan menganugerahkan
mereka untuk kepentingan kita.

KOMUNIKASI
Darah
juga bertindak sebagai alat komunikasi dalam tubuh. Ada kurir-kurir di dalam
darah yang membawa pesan dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Kurir ini, yang
dikenal sebagai hormon, membawa pesan ke bagian-bagian tubuh terkait seperti
seorang petugas pos yang membawa surat. Banyak proses penting, termasuk
pertumbuhan tubuh, rasa haus, pengeluaran keringat, dan pengendalian tingkat
gula darah terjadi berkat pesan yang diantarkan dengan tepat tersebut.

DARAH YANG MENGOBATI LUKA
Kalian
pasti pernah melihat luka kecil yang berhenti berdarah segera setelah beberapa
saat. Kejadian ini tentu sangat menarik karena pada keadaan normal, cairan yang
mengalir dari sebuah lubang tidak mungkin bisa berhenti mengalir dengan
sendirinya. Untuk lebih memahami kejadian ini, anggaplah bahwa kalian memiliki
sebuah balon yang terisi air. Jika kalian melubangi balon tersebut dengan
jarum, air tentu akan keluar dari balon. Apakah air akan berhenti menyembur
setelah beberapa saat tanpa campur tangan kalian? Tentu saja tidak. Semua air
akan tetap mengucur hingga balon tersebut kehilangan airnya. Ini pun berlaku
untuk seluruh cairan dalam ruang tertutup.
![]() Darah mengalir keluar melalui luka. |
![]() Darah yang melingkupi luka kemudian membeku. |

Sel-sel menutup luka bagaikan penyumbat.
Darah bergerak melalui tempat tertutup dalam
pembuluh dan akan mengucur keluar jika ada luka. Namun, demi kesehatan kita,
aliran darah itu harus dihentikan. Kalian mungkin pernah mendengar ada orang
yang mati karena kehilangan banyak darah dalam kecelakaan atau operasi. Kalau
begitu, apakah yang menyebabkan darah berhenti mengalir segera setelah luka
mulai mengucurkan darah?
Ini disebut dengan penggumpalan darah, yang
merupakan salah satu sistem pertahanan otomatis dalam tubuh kita. Beberapa zat
yang ada dalam darah menghentikan dan menutupi luka tersebut. Berkat kemampuan
penggumpalan darah ini, pendarahan berlebihan pun tercegah. Seperti yang
ditunjukkan oleh gambar di sebelah kanan, beberapa sel dalam darah diberi tahu
tentang pembuluh yang rusak, dan segera menuju ke tempat itu. Pertama-tama
mereka berkeliling di sekitar luka, lalu menghambat aliran darah dengan membuat
sebuah jaring. Jaring ini mengeras lambat laun dan membentuk apa yang kita
sebut keropeng.
![]() Pada gambar di atas, kalian dapat melihat sel-sel darah merah yang terperangkap di antara serat-serat gumpalan darah. Ini semua dapat terjadi berkat kemampuan darah untuk membeku, sehingga pendarahan terhenti segera ketika kalian terluka. |
Sekarang mari kita renungkan bersama. Bisakah
serangkaian peristiwa ini terjadi secara kebetulan? Bagaimana beberapa sel
darah mendapat informasi tentang kerusakan di suatu tempat dalam pembuluh
darah, yang merupakan sebuah dunia luas jika dibandingkan dengan ukuran mereka?
Mengapa mereka bekerja keras untuk mencegah aliran darah? Bagaimana mereka tahu
bahwa mereka harus menutup luka untuk menutup kehilangan darah? Siapa yang
mengajari sel-sel ini agar mereka menutupi luka itu?
Sel-sel tidak pernah belajar tentang segala
hal ini secara kebetulan dan juga tidak bisa melakukan ini dengan kemauan
sendiri. Bahkan manusia, yang memiliki kecerdasan, tidak mungkin menciptakan
sistem yang terperinci seperti itu dan mengajari sel apa yang harus dilakukan.
Pastilah, kecerdasan yang ditunjukkan oleh sel-sel ini bukanlah milik mereka.
Allah-lah yang telah mengilhami mereka dan mereka bertindak menurut sebuah
perencanaan sempurna.
Allah memberi tahu kita tentang keistimewaan
penciptaan-Nya ini sebagai berikut:
Dia menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu
yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu
yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu
akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat pun, dan
penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.
(QS Al-Mulk: 3-4)
(QS Al-Mulk: 3-4)
Sumber : http://id.harunyahya.com/id/books/3710/KEAJAIBAN_DI_DALAM_TUBUH_KITA/chapter/10412
Categories:











0 komentar:
Posting Komentar